WELCOME TO WHAT'S GOING ON IN THE WORLD? - BY DOELAH

Tuesday, October 19, 2010

"Goldilocks", Kandidat Planet Pengganti Bumi

Ilmuwan mendapat penemuan luar biasa, berupa planet yang bisa dihuni. Apakah planet bernama Goldilocks ini bisa menjadi tempat tinggal manusia di masa depan?. Planet ini memiliki alam yang sangat mirip dengan bumi, bedanya beratnya empat kali bumi. 


Planet ini terletak di 581g pada konstelasi Libra di mana suhu planet ini tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Planet ini berada pada jarak 20 juta tahun cahaya. Dan untuk mencapai planet ini menggunakan teknologi sekarang membutuhkan waktu 10 ribu tahun. 


Pertanyaan pertama yang muncul adalah apakah planet ini terdapat air atau tidak. Meski belum dipastikan, namun planet ini sangat berpotensi menjadi tempat tinggal.


Setelah melalui 11 tahun kerja keras, temuan ini baru akan diumumkan pada Rabu depan. Penelitian ini didanai oleh National Science Foundation.

Jim Kasting, orang yang bekerja dekat dengan NASA dan ilmuwan terkemuka di bidang planet yang bisa dihuni mengatakan, sangat tertarik pada planet ini dan mungkin sebagai kandidat utama.
Komposisi planet ini belum diketahui, namun planet ini memiliki langit berwarna putih bukan biru.



Langkah berikutnya yang akan diambil para ilmuwan adalah mempelajari planet ini lebih lanjut dan meneliti apakah benar planet ini bisa menjadi tempat tinggal.



Kita Harus Mencari Pengganti Bumi

Lembaga konservasi alam dan spesies langka WWF (World Wildlife Fund) menyatakan bahwa kita "manusia" harus mencari tempat tinggal lain alias pengganti bumi karena polusi karbon dan sumber daya alam yang minim di bumi.

Tahun 2007, sebanyak 6,8 miliar manusia hidup di bumi di mana jumlah tersebut telah melampaui 50% batas normal kehidupan di planet ini. 

Menurut perkiraan PBB, tahun 2030 bumi sudah tidak kuat menampung polusi karbon dan manusia membutuhkan dua kali bumi untuk dapat menampungnya.

Di bumi, sudah ada 71 negara yang mengalami krisis air yang sangat mengkhawatirkan. Saat ini, pembahasan cara mengatasi kerusakan spesies bumi dilakukan di CBD (Convetion of Biological Diversity) di Jepang tanggal 18 - 29 Oktober. Pertemuan ini membahas cara pengurangan secara signifikan laju musnahnya satwa liar.Ahli biologi memperkirakan banyak spesies, khususnya mamalia, burung dan amfibi berada di ambang kemusnahan akibat perubahan iklim. 

Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah perbaikan dalam pengendalian pencemaran dan pengelolaan limbah, perbaikan kualitas air dan udara, serta peningkatan konservasi hutan.